Bahasa Indonesia


RPP 

RENCANA PEMBELAJARAN BERORIENTASI PAIKEM (SMK)

Nama sekolah                : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran              :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu                 :

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana
    2. Kompetensi dasar          :

1.2  Menyimak untuk memahami lafal, tekanan, intonasi dan jeda yang lazim atau    baku dan yang tidak

  1. Indikator                        :
    1. Reaksi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan, mencatat) terhadap lafal, tekanan, intonasi dan lazim atau baku dan yang tidak.
    2.  komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim atau baku dan yang tidak
    3. Tujuan pembelajaran
      1. Setelah selesai proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menyimak untuk memahami:
  • Lafal
  • Tekanan
  • Intonasi
  • Jeda yang lazim dan yang tidak
  1. Materi pembelajaran

Informasi dan contoh lafal,tekanan, intonasi, dan jeda

-          Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok orang untuk mengucapkan bunyi-bunyi bahasa

Contoh

  1. Kata tepat berbeda dengan cepat
  2. Kata kerak berbeda dengan gerak

 

-          Tekanan adalah merupakan bagian penting yang di tekankan

Contoh

  1. Saya telah membaca buku Hak-Hak Asasi Manusia di perpustakaan Rabu lalu
  2. Saya telah membaca buku Hak-Hak Asasi Manusia di perpustakaan Rabu lalu

-          Intonasi adalah lagu kalimat

Contoh

  1. Apa maksudnya?
  2. Kita harus bekerja keras
  3. “ besok pagi pekerjaan ini seharusnya selesai,” Kata ibu

 

-          Jeda adalah hentian sementara dalam ujaran

Contoh

  1. Kata adik, Ibu Yani itu guru yang pandai
  2. Kata adik ibu, Yani itu guru yang pandai
  1. F.      Metode pembelajaran

-          Ceramah

-          Diskusi

 

  1. G.    kegiatan pembelajaran

-          Pendahuluan

  • Apersepsi
  • Pretest

-          Kegiatan inti

  • Wacana monolog dan dialog

Bila dalam suatu komunikasi hanya ada satu pembicara dan tidak ada balikan langsung dari peserta yang lain, maka wacana yang dihasilkan disebut monolog. Dengan demikian, pembicara tidak berganti peran sebagai pendengar.

Bila peserta dalam komunikasi itu dua orang dan terjadi pergantian peran (dari pembicara menjadi pendengar atau sebaliknya), maka wacana yang dibentuknya disebut dialog.

Reaksi kinetik adalah menunjukkan sikap memperhatikan, mengingat, dan mencatat materi yang didengar dan disimak . Sedangkan reaksi verbal adalah sikap seseorang mengomentari materi yang didengar atau disimaknya.
Seseorang yang mampu bereaksi kinetik dan verbal akan lebih mudah meningkatkan apresiasi terhadap seni berbahasa.

-          Kegiatan akhir

  • Penyimpulan
  • Pemberian tugas kepada siswa
  1. Sumber belajar

-          Modul tingkat Semenjana

-          KBBI

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif                     :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik          :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif).

EVALUASI

  1. “ Apakah Bapak akan mengangkat sendiri barang-barang seberat dan sebanyak itu? Kalimat diatas merupakan kalimat pertanyaan tersamar yang bersifat…..
    1. Memerintah
    2. Menyindir *
    3. Memohon
    4. Memintah
    5. Merayu
    6. Yang bukan unsur suprasegmental dalam Bahasa Indonesia adalah…
      1. Lafal
      2. Tekanan
      3. Intonasi
      4. Jeda
      5. Frasa *
    7. Intonasi yang tepat untuk kalimat berita adalah…
      1. Datar *
      2. Turun
      3. Naik
      4. Sedang
      5. Rendah
    8. Bu Ani membawa uang ratusan ribu rupiah.

Jika yang dimaksud adalah Ani yang membawa uang ratusan ribu rupiah, jeda yang benar pada kalimat…

  1. Bu, Ani membawa unang ratusan ribu rupiah *
  2. Bu Ani, membawa uang ratusan ribu rupiah
  3. Bu Ani membawa, uang ratusan ribu rupiah
  4. Bu Ani membawa uang, ratusan ribu rupiah
  5. Bu Ani membawa uang ratusan, ribu rupiah
  1. Termasuk sumber informasi lisan, kecuali…
    1. Artikel *
    2. Ceramah
    3. Radio
    4. Khotbah
    5. Pidato

Kunci jawaban :

  1. B
  2. D
  3. A
  4. A
  5. A

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala SMK Tritech Informatika                                                         Guru Mata Pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi, S.Pd

 

Nama sekolah              : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana
  1. Kompetensi dasar     :

1.2  Menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat

  1. Indikator                    :

1. Pengidentifikasian sumber informasi sesuia wacana

2. pencatatan isi pokok informasi dan uraian lisan yang bersifat faktual, spesifik dan rinci

3. pengenalan ragam dan laras bahasa

4. Pembedaan proses dan hasil dengan memperhatikan ciri atau penanda kata atau kalimat

  1. Tujuan pembelajaran
    1. Setelah melakukan proses pembelajaran siswa diharapkan dapat menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat
  1. Materi pembelajaran
  • Informasi merupakan keterangan, pemberitahuan, kabar, ataupun berita
  • Fakta dalah keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan/sesuatu yang benar-benar terjadi
  • Peristiwa berrti kejadian luar biasa (menarik perhatian) yang benar-benar terjadi.
  • Fenomena dapat diartikan sebagai hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indera, dapat diterangkan, dan dinilai secara ilmiah

Untuk memperoleh beberapa manpaat tersebut dibutuhkan sebagai sumber informasi. Berikut ini merupakan ciri-ciri atau kriteria sumber, baik secara langsung maupun tidak, yang dapat disebut sebagai informasi atau bukan.

  1. Dapat dicek kebenarannya
  2. Dapat dipertanggungjawabkan
  3. Mengacu pada informasi tertentu

Ketiga kriteria diatas dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan sumber informasi atau bukan. Dari sumber informasi yang kita simak, kita dapat membuat cacatan faktual, spesifik, dan rinci.

  1. Catatan faktual adalah catatan yang didasarkan atas fakta.

Contoh : Pengangguran di Indonesia mencapai 40 juta jiwa.

  1. Catatan spesifik merupakan catatan khusus dari imformasi yang kita dapatkan

Contoh : Menteri pertanian mengatakan bahwa ekonomi Indonesia mengalami petubuhan 5% pertahun

  1. Catatan rinci berupa uraian hasil penyimakan secara keseluruhan.

Contoh : Merekam, membaca atau berdialog

  1. Pendekatan/Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, Diskusi
  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan
    • Apersepsi
    • Pretes
    • Kegiatan inti
      • Menyimak efektif merupakan cara tepat untuk mendapatkan informasi. Karena menurut Djago Tarigan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimak wacana secara efektif adalah
  1. Kesiapan Fisik dan Mental

Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor pendorong kegiatan menyimak. Pikiran yang jernih menyebabkan penyimak dapatberkonsentrasi secara optimal.

  1. Motivasi dan Kesungguhan

Motivasi yang tinggi dan kesungguhan yang prima dibutuhkan untuk memotivasi diri menjadi penyimak ideal

  1. Objektif dan Menghargai Pembicaraan

Penyimak bukan semata-mata melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang dibicarakannya

  1. Menyimak Secara Menyeluruh, namun Selektif

Penyimak yang baik akan menyimak secara lengkap namun cukup pandai memilih bagian penting ynag perlu dicatat.

  1. Tanggap Situasi dan Kenal Arah pembicaraan

Penyimak perlu mengenal situasi pembicaraan, cepat menyesuaikan diri, dan memahami gaya pembicara.

  1. Kontak dengan Pembicara

Penyimak perlu mengadakan kontak dengan pembicara melalui perhatian, senyuman, anggukan, atau tanda simpati lain.

  1. Merangkum Isi Pembicaraan

Penyimak hendaknya dapat menangkap pembicaraan dan menyusun hasil simakan sebaik-baiknya.

  1. Menilai dan Menaggapi hasil Pembicaraan

Setelah selesai menyimak,penyimak dapat memberi tanggapan yang tepat berupa penilaian yang positif.

  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa
  1. Sumber belajar
    1. KBBI
    2. Modul

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif             :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif               :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal.
  1. Aspek psikomotorik     :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

EVALUASI

  1. Keterampilan bebahasa lisan yang reseptif adalah…
    1. Pidato
    2. Diskusi
    3. Tanya jawab
    4. Ceramah
    5. Menyimak *
    6. Pembagian bahasa atas bahasa barita, bahasa laporan, bahasa hukum dan bahasa puisi didasarkan pada…
      1. Penuturnya
      2. Sarananya
      3. Bidang pemakainnya *
      4. Pemakai-pemakainya
      5. Jenis bahasanya
      6. Kalimat ini yang merupakan fakta adalah…
        1. Ia berhasil menjuarai lomba menggambar
        2. Wanita berusia 13-15 tahun membutuhkan energi sebanyak 2.100 kalori
        3. Kemarin adik sakit
        4. Anak SD itu berusia 9 tahun, 2 tahun lebih muda dari kakaknya
        5. Pendidikan dasar 9 tahun wajib bagi warga negara Indonesia
  1. Bentuk penyesuaian dari satu bahasa ke bahasa lain disebut…
    1. Adopsi
    2. Terjemahan
    3. Penyilangan
    4. Penyesuaian
    5. Adaptasi *
    6. Dibawah ini adalah ciri-ciri ragam bahasa resmi, kecuali…
      1. Penulisan berdasarkan EYD
      2. Pembentukan istilah berdasarkan kaidah pembentukan istilah
      3. Pemilihan kosakata sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia
      4. Lafal sesuai dengan bahasa Melayu Riau *
      5. Tata bahasa sesuai dengan tata bahasa Indonesia

Kunci jawaban

1.E

2. C

3. E

4. E

5. D

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala Sekolah                                                                                                Guru Mata Pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana
  1. Kompetensi dasar        :

1.3   membaca cepat untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat

 

  1. Indikator

1. Membaca cepat permulaan (120-150 kata) per menit

2. Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik memindai (scanning) dan layap (skimming) sehingga mencapai 230-250 kata per menit

3. membuat catatan pokok-pokok isi bacaan sesuai dengan cara atau teknik membuat catatan

4. Menjelaskan bagian bacaan secara rinci

  1. Tujuan pembelajaran

-          Setelah selesai proses pembelajaran siswa diharapkan dapat membaca untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat

  1. Materi pembelajaran

-          Membaca cepat

Dalam membaca cepat kemampuan mengenali kata adalah dasar. Ketika Anda melihat sekumpulan huruf lewat mata dan mengirimkan ke otak, maka akan ada proses pengenalan terhadap kata-kata tersebut terlebih jika Anda pernah mengenal kosa kata tersebut sebelumnya. Itu mengapa orang yang rajin membaca memiliki kecepatan yang relatif lebih cepat dibandingkan orang yang jarang baca karena kekayaan kosa kata yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam teknik membaca cepat, kita akan melatih kecepatan mengenali berbagai kosa kata tersebut.

-          Teknik membaca cepat

  1. Teknik scanning

Memindai artinya melihat dengan cermat dan lama atau memandangi. Membaca dengan teknik memindai berarti membaca dengan cepat tanpa membaca secara terperinci terhadap objek yang di anggap tidak dibutuhkan dalam bacaan itu.

  1. Teknik skimming

Membaca dengan tujuan mencari inti sari, topik bacaan atau mencari informasi tertentu dengan cara membaca cepat atau meluncur dari faragrap satu ke paragraf berikutnya.

-          Membuat catatan pokok-pokok isi bacaan

-          Teknik membuat catatan pokok-pokok isi bacaan pada hakikatnya adalah mencatat bagian-bagian penting dari isi bacaan itu, bagian-bagian terpenting tersebut perlu mendapatkan perhatian dan penekanan yang lebih di bandingkan isi bacaan lainnya yang tidak begitu penting atau hanya merupakan bagian pelengkap atau uraian biasa saja.

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, Diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran

-          Pendahuluan

  • Apersepsi
  • Pretest

-          Kegiatan inti

  • Membaca cepat permulaan mengeja atau melafalkan apa yang tertulis atau melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis
  • Membaca cepat lanjutan memmerlukan teknik scanning dan skimming,

Membaca scanning adalah membaca langsung kepada bahan atau informasi yang dicari dalam bacaan itu, sedangkan skimming membaca untuk mencari informasi tetentu yang dicari dari bacaan itu di temukan. Apabila sudah ditemukan maka teknik membaca kembali kepada kecepatan normal.

  • Teknik membuat catatan dalah
    • Baca judul bacaan
    • Baca bacaan itu secara garis besar terlebih dahulu beberapa kali, baru kemudian baca ulang kembali
    • Setalah dibaca secara terperinci, buat catatan tema bacaan itu
    • Setelah itu, lnjutkan dengan mencatat topik-topik bacaan tiap paragraf
    • Kemudian buat suatu tanya jawab berdasarkan catatan yang telah anda buat
    • Terakhir buat catatan keseluruhan berdasarkan tema bacaan, topik bacaan, dan uraian tanya jawab

-          Kegiatan akhir

  • Penyimpulan
  • Pemberian tugas kepada siswa
  1. Sumber belajar
  • Berbagai bentuk teks dari berbagai sumber (prosa, Puisi, lirik lagu)
  • Modul Bahasa Indonesia Tingkat Semenjana

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Asfek afektif                      :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik                      :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

EVALUASI

  1. Teknik membaca scanning dimanfaatkan untuk…
    1. Mencari intisari bacaan *
    2. Mencari kata-kata sulit pada wacana
    3. Mencari iklan di koran
    4. Mencari kata-kata baru pada wacana
    5. Mencari kata-kata asing pada wacana
    6. Sebuah milis didirikan atas dasar minat atau kepentinngan dan biasanya di manfaatkan untuk keprluan diskusi atau pertukaran informasi di antara para anggotanya.

Makna kata minat pada kalimat diatas adalah…

  1. Kemauan *
  2. Kepentingan
  3. Keperluan
  4. Kemampuan
  5. Kebutuhan
  6. Hatinya berbunga-bunga ketika mendengar namanya dipanggil dalam lomba pidato.

Makna kata berbung-bunga dalam kalimat tersebut adalah…

  1. Senang *
  2. Bangga
  3. Terpukau
  4. Ringan
  5. Tertarik
  6. Dibawah ini merupakan jenis-jenis kamus menurut luas lingkup isinya, kecuali..
    1. Kamus umum
    2. Kamus standar *
    3. Kamus ekabahasa
    4. Kamus istilah
    5. Kamus multibahasa
  1. Teknik pemindaian dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti dibawah ini , kecuali…
    1. Melihat daftar isi dan pengantar secara sekilas
    2. Menelaah latar belakang penulisan buku
    3. Membaca bagian pendahuluan
    4. Mencari daftar isi bab penting pada halaman bab-bab
    5. Membaca secara global *

Kunci jawaban

  1. A
  2. A
  3. A
  4. B
  5. E

 

Diketahui,                                                                                                         Medan, 10 Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

Nama sekolah                         : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1.   Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.4   Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk test

 

  1. Indikator          :
    1.  Mengidentifikasi berbagai sumber informasi dengan menggunakan cara atau teknik membaca cepat
    2.  Mencatat isi pokok informasi dengan menggunakan cara atau teknik membuat catatan yang benar
    3. Mengidentifikasi jenis teks (narasi, deskripsi, dan eksposisi) dengan menggunakan cara atau teknik membaca cepat untuk pemahamaN
    4.  Memilih fakta atau opini dengan menggunakan cara atau teknik membuat catatan
    5.  Memilah peoses dan hasil dengan menggunakan cara atau teknik membaca cepat dengan cara atau teknik membuat catatan
    6.  Menceritakan kembali informasi dari masalah yang telah teridentifikasi secara verbal

 

  1. Tujuan pembelajaran

Setelah selasai proses pembelajaran siswa diharapkan dapat memahami informasi dalam bebagai bentuk test

 

  1. Materi pembelajaran
  • Grafik adalah lukisan pasang surut suatu keadaan dalam garis atau gambar biasanya menggambarkan turun naiknya hasil statistik dan sebagainya
  • Matriks adalah kerangka, bagan, atau tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yang diisikan dapat di baca dari atas kebawah dan dari kiri ke kanan
  • Fakta adalah suatu hal nyata benar-benar terjadi sedangkan opini merupakan pendapat atau pikiran seseorang mengenai suatu hal pertimbangan atau saran-saran

Contoh fakta

 I.   Pada bulan Mei 1998 lima perusahaan promotor yaitu ericson, IBM, Intel Nokia, dan Tosibah membentuk sebuah SIG dan memulai untuk membuat spesifikasi yang dinamai bluetooth

 

      Contoh opini

II.     Untuk mengoptimalkan penggunaan komunikasi radio, diperlukan informasi perkiraan kondisi lapisan ionosfir yang terjadi pada saat berkomunikasi

  • Kesimpulan deduktif : kesimpulan yang dimulai dari fakta umum (inti permasalahan) lalu dilanjutkan dengan kalimat-kalimatpenjelas
  • Kesimpulan induktif : kesimpulan yang dimulai dari penjabaran segala hal secara mendetail dan diakhiri dengan kesimpulan/ data/ fakta/ yang umum (inti sari permasalahan)
  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Diskusi, Ceramah
  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

-          Apersepsi

-          Pretest

  • Kegiatan inti

-          Narasi adalah karangan yang berisi rangkaian peristiwa atau kejadian yang susul menyusul sehingga membentuk alur cerita atau plot.

Contoh

Tersebutlah kisah dua anak manusia yang saling mencintai. Kehidupan mereka rukun, damai, dan saling mengasihi selalu. Jayaprana nama sang suami dan sang istri bernama layonsari yang kebetulan mempunyai wajah cantik mereka adalah pegawai istana di sebuh kerajaan di bagian utara pulau Bali.

-          Deskripsi adalah karangan yang melukiskan sesuatu dengan keadaan sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium,dan merasakan)segala sesuatu yang dilukiskan tersebut sesuai dengan citra penulisnya

Contoh

Aprehensi komunikasi merupakan penyakit mental yang berupa takutnya seseorang untuk berkomunikasi. Penyakit ini disebabkan oleh ketidaksiapan mental untuk maju didepan umum. Selain itu ketidaksiapan fisik juga turut mempengaruhi, penyakit ini akan berakibat fatal terhadap karier seseorang.

-          Eksposisi adalah karangan yang berisi uraian/paparan/penjelasan tentang suatu hal atau topik dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca.

Contoh

Merebus air tidak harus dengan api, namun dapat menggunakan sinar matahari. Caranya siapkan botol dan cuci hingga bersih. Masukkan botol, tutup rapat, dan panaskan dibawah sinar matahari. Lama pemanasan adalah 6 jam. Setelah 6 jam, ambil botol, kemudian dinginkan sebentar sekitar 5 menit. Air siap diminum

-          Argumentasi adalah jenis karangan yang berisi alasan-alasan yang kuat untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan mengemukakan data dan fakta.

Contoh

Para peneliti menemukan bahwa the itu sehat. Sepekan terakhir, study dari Cina dan AS melaporkan temuan tentang manfaat kesehatan yang diperoleh dari minuman ini.

  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • KBBI
  • Koran
  • Keraf,G. (1997). Narasi dan argumentasi

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Pengembangan kecerdasandan pengenalan
  1. Aspek afektif                     :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik                      :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

EVALUASI

  1. Karangan yang bertujuan untuk memaparkan persoalan dinamakan…
    1. Narasi
    2. Deskripsi
    3. Eksposisi *
    4. Argumentasi
    5. Persuasi
    6. Perbedaan mendasar antara argumentasi dengan eksposisi terletak pada…
      1. Kegunaan data: argumen untuk pembuktian, eksposisi untuk penjelasan *
      2. Jenisnya, argumen merupakan penelitian, eksposisi merupakan informasi
      3. Fungsiny: argumen merupakan pendapat, eksposisi merupakan fakta
      4. Panjang karangan: argumen 5 halaman, sedangkan eksposisi 3 halaman
      5. Bahasanya: argumen sulit, sedangkan eksposisi mudah
  1. Manakah tema yang tepat untuk dikembangkan kedalam argumentasi?
    1. Tamasya ke Lamongan Indah
    2. Brobudur tempat terindah bagi wisatawan
    3. Bercocok tanam secara hidroponik
    4. Cara pembuatan susu kedelai
    5. Kacang-kacangan bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker *
    6. Dalam melaksanakan tugas, hendaknya kita memiliki etos kerja yang tinggi.

Kata etos kerja pada kalimat tersebut bermakna…

  1. Semangat kerja *
  2. Langkah kerja
  3. Cita-cita kerja
  4. Kemampuan kerja
  5. Potensi kerja
  6. Untuk menggambarkan persentase dari suatu nilai digunakan tabel…
    1. Grafik batang
    2. Grafik garis
    3. Grafik lingkaran*
    4. Tabel angka
    5. Tabel angka

Kunci jawaban

  1. C
  2. A
  3. E
  4. A
  5. C

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10  Agustus 2011

Kepalah sekolah                                                                                  Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

  1. Standar kompetensi      :
    1.  Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana
  1. Kompetensi dasar        :

1.5  Melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat

  1. Indikator          :
    1. Mengucapakan kata dengan suara jelas dan tekanan suku kata, serta artikulasi yang tepat/lazim
    2.  Melafalkan Bahasa Indonesia baku, termasuk lafal bahasa daerah yang dibedakan derdasarkan konsep lafal baku bahasa Indonesia

 

  1. Tujuan pembelajaran

Setelah selesai proses pembelajaran siswa dapat melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat

 

  1. Materi pembelajaran
  • Artikulasi bunyi, untuk melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat maka kita perlu mempelajari fonologi, yaitu ilmu bahasa yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa pada umumnya

Contoh

Orang yang bisu, tuli, cedal lidah, kehilangan gigi, hidung cacat, sakit paru-paru atau kerongkongan akan melafalkan bunti ujaran atau artikulasi yang tidak sempurna

  • Konsep lafal baku bahasa indonesia kadang-kadang dipengaruhi oleh bahasa daerah, sehingga berbeda dengan lafal bahasa Indonesia baku. Apabila pelafalannya tidak sesuai dengan bahasa Indonesia baku akan terjadi perbedaan arti

Contoh

Kata seret

Mempunyai dua makna yang pertama makna tidak lancar dan yang kedua menarik dengan paksa.

 

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendeketan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  :D iskusi, Ceramah

 

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

-          Apersepsi

-          Peretest

 

  • Kegiatan inti

Memperbaiki lafal bahasa Indonesia yang terpengaruh lafal bahasa daerah.

Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar bukan berarti dalam segala situasi kita selalu menggunakan bahasa yang formal atau resmi. Menggunakan ragam bahasa harus sesuai dengan situasi komunikasi. Bila dalam situasi resmi gunakan ragam resmi dan dalam situasi santai gunakan ragam santai.

Contoh

-          Ayahnya mengajar Bahasa Indonesia di sekolah ini ( rancu karena tidak logis)

-          Rumah daripada saya mau dijual ( rancu karena pengaruh struktur bahasa daerah)

-          Ini malam yang udaranya panas sekali (rancu tidak komunikatif

 

  • Kegiatan akhir

-          Penyimpulan

-          Pemberian tugas kepada siswa

  1. Sumber belajar

-          Narasumber

-          Rekaman

-          Modul

-          KBBI

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Pengembangan kecerdasan dan pengenalan
  1. Aspek afektif                     :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik                      :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang di ingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

EVALUASI

  1. Menjadi pembicara yang baik dalam sebuah seminar hendaknya menggunakan bahasa ragam…
    1. Resmi *
    2. Santai
    3. Layak
    4. Pasti
    5. Ada bunga-bunga bahasa

 

  1. Dalam percakapan sehari-hari pemilihan kata untuk menyampaikan ide sangat diperhatikan. Pemilihan kata yang tepat dinamakan…
    1. Diksi *
    2. Fiksi
    3. Skipsi
    4. Fleksi
    5. Intuisi
  1. Dalam berbicara didepan umum, patokan yang harus ditaati adalah…
    1. Rambu-rambu pidato, langkah-langkah pidato, dan santun dalam berpidato *
    2. Besarnya peserta, jabatan peserta, dan keterlibatan peserta
    3. Hadinya pejabat dalam sebuah pertemuan
    4. Banyak sikitnya audiens
    5. Tema pidato dan sorak sorai pendegar
    6. Dalam sebuah pembicaraan resmi kita masih sering mendengar bunyi, eu…eu…dan sejenisnya. Bunyi-bunyi ini mengahambat kelancaran berbicara. Sikap kita…
      1. Menganggap biasa bunyi-bunyi itu
      2. Menganggap sebagai gangguan adanya bunyi-bunyi itu *
      3. Menganggap pembicara yang demikian mengulur waktu
      4. Menegurnya karena pembicaraan kurang serius
      5. Membantu pembicara mengatasi hambatan
      6. Pencuri berhasil ditangkap polisi, dilihat dari kelogisan kalimat, kalimat tersebut salah nalar.

Pembetulanya adalah…

  1. Pencuri telah di tangkap polisi
  2. Polisi telah menangkap pencuri
  3. Polisi berhasil menangkap pencuri *
  4. Pencuri ditangkap polisi
  5. Polisi menagkap pencuri

 

 

 

 

Kunci jawaban

  1. A
  2. A
  3. A
  4. B
  5. C

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.6  Memilih kata, bentuk kata dan ungkapan yang tepat

 

  1. Indikator          :
    1.  Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan tuntutan situasi komnukasi secara tepat, menarik, dan kreatif
    2.  Memanfaatkan sinonim atau farafrasa untuk menghindari pengulangan mubazir kata yang sama dalam satu kalimat atau paragraf
    3.  Membedakan pemakaian kata bersinonim yang memiliki nuansa yang berbeda berdasarkan makna leksikal, kontekstual, situasional, struktural, dan metaforis
    4.  Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan situasi komunikasi dalam hal ragam dan laras bahasa

 

  1. Tujuan pembelajaran
  • Setelah melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat

 

  1. Materi pembelajaran
  • Cara memanfaatkan sinonim,

Sinonim adalah sebuah kata yang dikelompokkan dengan kata-kata laindidalam klasifikasi yang sama berdasarkan makna umum. Artinya memiliki makna pusat yang sama tetapi berbeda dalam nilai rasa. Walaupun sinonim pada dasarnnya adalah penggantian kata-kata dengan kriteria seperti pengertian di atas, namun dalam atau untuk mengekpresikannya sangat tergantung kepada konteks, latar, suasana, hati si pembicara.

Contoh

  1. Adik makan nasi dengan ayam goreng, sayur asam, sambal lalap dan kerupuk
  2. Pipi kanan pencuri itu kebiru-biruan karena ia makan tangan polisi

 

  • Makna leksikal adalah makna dasar sebuah kata yang sesuai dengan kamus. Makna dasar ini melekat pada kata dasar sebuah kata. Makna leksikal juga dapat disebut juga makna asli sebuah kata yang belum mengalami afiksasi (proses penambahan imbuhan) ataupun penggabungan dengan kata yang lain. Namun, kebanyakan orang lebih suka mendefinisikan makna leksikal sebagai makna kamus. Maksudnya, makna kata yang sesuai dengan yang tertera di kamus. perhatikan contoh berikut ini

ü  Rumah

ü   Berumah

  • Dari beberapa uraian diatas maksud dari makna kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya, penggunaan makna kontekstual adalah terdapat pada kalimat berikut.

a.       Kaki adik terluka karena menginjak pecahan kaca.

b.      Nenek mencari kayu bakar di kaki gunung.

c.       Pensilku terjepit di kaki meja.

d.      Jempol kakinya bernanah karena luka infeksi.

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, Diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

-          Apersepsi

-          Pretest

  • Kegiatan inti
    • Menggunakan kata dan uungkapan yang sesuai dangan tuntutan tema pembicaraan secara tepat, menarik, dan kreatif

-          Kata adalah satuan bebas terkecil yang bermakna. Dengan demikian semua morfem bebas termasuk kata. Kata dapat terdiri beberapa morfem.

  • Mengklasifikasikan konteks kata yang termasuk kedalam sinomim dan farafrase dari konteks tema tersebut

-          Sinonim adalah kata-kata yang mengandung makna pusat yang sama tetapi berbeda dalam nilai rasa

Contoh

a)      Pintar, pandai, cerdik, cerdas, banyak akal, mahir

b)      Cantik, molek, bagus, baik, indah, permai

Kata-kata diatas memiliki arti umum (denotasi) yang sama tetapi memiliki konotasi yang berbeda. Contoh dalam kalimat:

a)      Wanita itu indah

b)      Gadis ini permai

Kalimat (a) dan (b) diatas tidak lazim, diubah menjadi:

a)      Wanita itu cantik

b)      Gadis ini permai

Kesimpulan dari contoh diatas adalh makna kata yang tepat/akurat didapat dari konteks kalimat. Pemilihan kata atau diksi yang tepat akan menghasilkan kalimat yang efektif lebih besar.

Apa itu kalimat efektif?

Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat dan padat yang dapat menyampaikan pesan secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Kalimat efektif dituntut oleh beberapa ketepatan pilihan kata, bentuk kata, pola kalimat, maupun makna kalimat.

  • Parafrasa adalah merupakan pengungkapan kembali suatu tuturan dari suatu tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian. Parafrase digunakan untuk menhindari pengulangan kata sehingga tidak membosankan. Parafrase juga digunakan untuk membuat kalimat menjadi bervariasi. Selain itu parafrase dapat dimanfaatkan untuk memperkaya kosakata bahasa indonesia.
  • Membedakan pemakaian kata bersinonim yang memiliki nuansa yang berbeda berdasarkan makna leksikal, kontekstual, situasional, makna struktural dan metaforis

 

  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • Abdul Razak. (1992). Kalimat efektif
  • Tarigan. (1987). Penggunaan gaya bahasa

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Penembangan kecerdasan dan pengenalan
  1. Aspek afektif                     :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotirik                       :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang dingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

 

 

EVALUASI

  1. Yang dimaksud dengan kata adalah…
    1. Komposit bentuk dan makna
    2. Ucapan seseorang
    3. Rangkaian vokal
    4. Sesuatu yang bermakna *
    5. Indikator bentuk dan makna
    6. Neneknya telah berpulang kerahmatullah

Ungkapan berpulang kerahmatullah berarti…

  1. Sakit
  2. Meninggal *
  3. Pergi jauh
  4. Mengembara
  5. Mengungsi
  6. Kata-kata bersinonim memiliki nuansa makna yang sangat kecil.

Nuansa makna maksudnya…

  1. Sama makna
  2. Beda makna *
  3. Padan makna
  4. Tingkatan makna
  5. Kemiripan makna
  6. Para hadirinsekalian dimohon berdiri.

Penggunaan kata para hadirin sekalian tidak tepat, seharusnya…

  1. Para hadirin
  2. Hadirin sekalian *
  3. Penghadirin
  4. Para sekalian
  5. Hadirin
  6. Warna pakaian yang dikenakannya mencolok mata

Jangan menyolok mangga yang masih muda.

Penggunaan kedua kata tersebut tepat karena…

  1. Tepat pemakaiannya
  2. Tepat artinya *
  3. Tepat konteksnya
  4. Tepat strukturnya
  5. Tepat situasinya

 

 

 

 

Kunci jawaban

  1. D
  2. B
  3. B
  4. B
  5. B

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d


Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1.  Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.7  Menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun

 

  1. Indikator          :
    1. Mengidentifikasi kalimat yang komunikatif tetapi tidak cermat terlihat dari kaidah bahsa, nalar, dan ketrsampaian pesan
    2. Mengidentifikasi kalimat yang tidak komunikatiftetapi cermat
    3. Menggunakan kalimat yang komunikatif, cermat, dan santun dalam suatu pembicaraan

 

  1. Tujuan pembelajaran
  • Setelah melakukan proses pembelajaran siswa diharapakan dapat menggunakan kalimat baik, tepat, dan santun

 

  1. Materi pembelajaran
  • Syarat –syarat yang harus di penuhi dalam sebuah kalimat, kaidah bahasa, nalar, ketersampaian pesan

-          Kaidah bahasa diartikan sebagai aturan/pedoman yang harus dipatuhi oleh seseorang pembicara untuk menyampaikan ide kepada lawan bicaranya

-          Penalaran kalimat adalah proses berpikir untuk menghubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.

Jenis-jenis penalaran

  • Deduksi, dilakukan terhadap data (pernyataan) umum kedalam simpulan yang khusus. Penalaran deduksi dapat secara langsunh (entimen) dan tidak langsung (silogisme).

Contoh silogisme

-          Premis umum: Hakim yang baik tidak menerima unag suap

-          Premis khusus : Ny. Hanny hakim yang baik

-          Simpulan : Ny.Hanny tidak menerima uang suap

Contoh entimen

-          Ny. Hanny tidak menerima uang suap karena ia hakim yang baik

 

  • Induksi, dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa khusus, kemudiandirumuskan sebuah simpulan yang mencakup semua peristiwa khusus itu.

Penalaran induksi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pernyataan yang mempunyai ciri-ciri tetentu (generalisasi) dan dengan menggunakan dua hal yang memiliki sifst sama (analogi).

Contoh generalisasi

-          Jika dipanaskan, besi memuai

-          Jika dipanaskan, tembaga memuai

-          Jika dipanaskan, emas memuai

-          Jika dipanaskan, semua logam memuai

Contoh analogi

-          Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin yang diciptakan oleh manusia. Tidakkah alam yang megah ini ada pula penciptannya.

  • Contoh-contoh kalimat efektif

ü  Tidak efektif : Ayahnya mengajar Bahasa Indonesia di sekolah kami.

ü  Efektif :     Ayahnya mengajarkan Bahasa Indonesia di sekolah kami.

Ayahnya mengajari kami Bahasa Indonesia

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah ,Diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

Apersepsi

Pretes

  • Kegiatan inti

Menyampaikan informasi dengan menggunakan kalimat yang komunikatif, cermat dan santun

  • Syarat sebuah komunikasi yang efektif adalah penggunaan kalimat yang komunikatif. Kalimat komunikatif dapat membuat pesan tersampaikan dengan tepat. Kalimat komunikatif adalah kalimat yang memenuhi persyaratan.(1) sesuai dengan kaidah bahasa (2) sesuai dengan nalar (3) sesuai dengan pesan yang di maksud oleh si pembicara. Jika tiga syarat terpenuhi, maka kalimat yang di ucapakan si pembicara dapat dikatakan sebagai kalimat komunikatif.

 

 

 

 

 

Contoh

 

Komunikatif Tidak komunikatif
Malam ini udara terasa panas Ini malam yang udaranya panas sekali
Bebicara tentang polusi tak kunjung selesai Membicarakan tentang  masalah polusi tak ada habis-habisnya
  • Dalam berbahasa terutama bahasa tulis, kita harus menggunakan kalimat yang cermat dan santun. Kalimat yang cermat dan santun adalah kalimat yang tepat dalam pemilihan kata (diksi). Pemilihan kata yang tepat hendaknya memperhatikan kriteria, antara lain
    • Konotasi baik

Contoh : istri, hamil,asisten, gaji dan tunawisma

  • Tidak ambigu

Contoh

  • Pemilik kebun binatang itu sudah tidak beruang lagi.

Kata beruang pada kalimat tersebut memiliki dua kemungkinan makna

  • Tidak memiliki uang
  • Tidak memiliki ruang

-          Kata acuan

Contoh: Anda masuk daerah bebas parkir

Kalimat tersebut mempunyai dua kemungkinan, yaitu

  • Daerah tersebut adalah tempat parkir dan pengendara kendaraan bermotor bebasmemilih tempat parkir sesuka mereka
  • Daerah tersebut tidak di peruntukkan untuk area parkir

-          Situasi kebahasaan

Dapat diamati melalui gerak-gerik si pembicara (kinetik)

  • Kegiatan akhir

Penyimpulan

Pemberian tugas kepada siswa

  1. H.    Sumber belajar
  • Modul Bahasa Indonesia tingkat Semenjana
  • Rekaman siaran dari TV atau radio

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                         :
  • Penembangan kecerdasan dan pengenalan
  1. Aspek afektif               :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotirik                 :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang dingini (afektif), sesudah dikenal (kognitif)

 

EVALUASI

  1. Ketekunan adalah merupakan modal faktor untuk mencapai kemajuan

Ketidakefektifan kalimat tersebut disebabkan oleh…

  1. Penggunaan kata yang mubazir
  2. Penggunaan struktur bahasa daerah
  3. Penggunaan bentuk aktif
  4. Penggunaan subjek yang tidak tepat
  5. Penggunaan kata “adalah, merupakan” *
  6. Akhir-akhir ini tidak sedikit buruh berbagai perusahaan yang di berhentikan

Tidak aneh jika kerusuhan mudah sekali muncul

Konjungsi yang tidak tepat efektip untuk menyajikan dua kalimat tersebut…

  1. Dengan demikian
  2. Oleh karena itu
  3. Jadi
  4. Sehingga
  5. Walaupun *
  6. Manager perusahaan multiproduk yang berasal dari kalangan elit itu selalu menggunakan system kontrak dalam manajemennya

Pada kalimat diatas terdapat penulisan kata serapan yaitu…

  1. Manager seharusnya manajer *
  2. Multiproduk seharusnya multiproduct
  3. Elit seharusnya elite
  4. Manajemen seharusnya managemen
  5. System seharusnya sistim
  6. Kalimat permintaan maaf yang paling santun dalam surat keluarga berikut ialah…
    1. Melalui surat ini Ananda mohon maaf atas kehadiran tersebut
    2. Dengan ini saya harap Bapak memaafkan kekeliruan tersebut *
    3. Lewat surat ini Ananda minta Bapak memeaafkan kekeliruan tersebut
    4. Hendaknya Bapak memaafkan saja kekeliruan tersebut
    5. Mestinya Bapak memaafkan kekeliruan tersebut
    6. Kata-kata yang bersinonim dengan kata naïf, kecuali…
      1. Lemah
      2. Papa *
      3. Hina
      4. Sengsara
      5. Lembut

Kunci jawaban

  1. E
  2. E
  3. A
  4. B
  5. B

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan,10 Agustus 2011

Kepala Sekolah                                                                                                Guru Mata Pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1.  Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.8  Mengucapkan kalimat dengan jelas, lancer, bernalar, dan wajar

 

  1. Indikator          :
    1. Menggunakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat dalam berbicarra   dengan memperhatikan konsep dan pola serta intonasi, tekanan, nada, irama, dan jeda
    2. Membaca lirik lagu, naskah, atau teks pengumuman, atau pidato dan sejenisnya dengan menggunakan tekanan, dan intonasi secara jelas dan tepat

 

  1. Tujuan pembelajaran
  • Setelah selesai melakukan proses pembelajaran siswa diharapkan dapat mengucapkan kalimat dengan jelas, lancer, bernalar, dan wajar.

 

  1. Materi pembelajaran
  • Konsep pola intonasi, tekanan, nada, irama, dan jeda.

Intonasi adalah lagu kalimat

Contoh

  • Apa maksudnya?
  • Kita harus bekerja keras.
  • “ besok pagi seharusnya pekerjaan ini selesai” kata ibu

Tekanan adalah bagian penting yang ditekankan

Contoh

  • Saya telah membaca buku
  • Saya telah membaca buku

Jeda adalah hentian sementara dalam ujaran

Contoh

  • Kata adik/ Ibu Yani iti guru yang pandai//
  • Kata adik ibu/ Yani itu guru yang pandai//

 

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  :Ceramah, Diskusi

 

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

Apersepsi

Pretes

  • Kegiatan inti

Membaca lirik lagu, naskah atau teks, pengumuman, pidato dan sejenisnya dengan menggunakan tekanan dan intonasi secara jelas dan tepat.

  • Lirik lagu adalah ungkapan/curahan jiwa, perasaan, dan pikiran dari penciptanya yang diuraikan melalui untaian kata nana indah. Makna yang terkandung dalam lirik lagu tentu hanya penciptanya yang mengetahui secara pasti. Namun kita sebagai penikmat dapat turut menikmati dan menganalisis mengenai apa makna dan pesan yang terdapat di dalamnya.
  • Pidato merupakan bentuk komunikasi untuk menyampaikan pikiran/wacana yang disiapkan untuk diucapkan didepan khalayak. Terdapat aturan-aturan yang harus dipenuhi dalam berpidato seperti: boleh/tidaknya membaca teks, harus diawali dengan sapaan, dan lain sebagainya.

Pidato mempunyai tujuan antara lain :

-          Informative, untuk memberi informasi

-          Persuasive, untuk membujuk

-          Argumentative, untuk meyakinkan

-          Deliberative, untuk merundingkan

  • Kegiatan akhir

Penyimpulan

Pemberian tugas

 

  1. Sumber belajar
  • Siaran atau rekaman TV/radio, ceramah, pidato, khotbah dan lirik lagu
  • Modul bahasa indonesia tingkat Semenjana

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                         :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif               :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesuatu aetelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik    :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif) sesudah dikenal (kognitif)

 

 

 

EVALUASI

  1. Ia sangat terpesona dengan isi buku tersebut sampai-sampai ia tidak bias tidur malam itu.

Terpesona pada kalimat tersebut bermakna sama dengan…

  1. Tertegun
  2. Tertari
  3. Termenung
  4. Terheran-heran *
  5. Terpinggir
  6. Yang terpenting dalam komunikasi adalah…
    1. Teknik pemilihan materi
    2. Teknik penggunaan intruksi
    3. Teknik penyampaian informasi *
    4. Teknik pengaturan pesan
    5. Teknik penghilangan kata rancu
    6. Pemakaian kata dari pada yang tepat terdapat pada kalimat…
      1. Rumah dari pada paman baru selesai dibangun
      2. Dari pada ditabung dalam bentuk uang lebih baik dibelikan tanah *
      3. Pidato dari pada presiden hendaknya diperhatikan seluruh rakyat
      4. Kenaikan dari pada harga-harga barang sangat tinggi
      5. Tujuan daripada penjelasan bapak tidak jelas
      6. Penyataan yang logis terdapat pada kalimat…
        1. Bagi pengunjung yang membawa tas harap dititipkan di tempat penitipan *
        2. Jika udara dingin saya suka batuk
        3. Rumah pak Harto yang baru dibangun mau dijual
        4. Perampok rumah mewah itu berhasil ditangkap polisi
        5. Saya akan membangun ruko dipinggir jalan raya
        6. Bahasa baku dipakai dalam situasi resmi kecuali…
          1. Komunikasi resmi
          2. Dialog sesama teman sebaya *
          3. Wacana teknis
          4. Pembicaraan dimuka umum
          5. Pembicaraan orang yang di hormati

Kunci jawaban

  1. D
  2. C
  3. B
  4. A
  5. B

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10  Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1.  Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.9  menulis dengan memanfaatkan kategori atau kelas kata

 

  1. Indikator          :
    1.  Menggunakan kata atau bentuk kata yang sama dalam perician dengan memperhatikan keefektifan dan keefisienan rincian

 

  1. Tujuan pembelajaran
  • Setelah selesai melakukan proses pembelajaran siswa diharapkan dapat menulis dengan memanfaatkan kategori atau kelas kata

 

  1. Materi pembelajaran
  • Teks yang mengandung rincian yang berupa :

Kelas kata, MenurutTata Bahasa Baku Bahasa Indonesia kelas kata dibagi menjadi lima kelompok yaitu, verba, nomina, pronominal, dan numeralia

Bentuk kata yang terdapat pada bahasa Indonesia terdiri dari beberapa macam yaitu, berupa kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk.

 

  1. Pendekatan/Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan

Apersepsi

Pretes

  • Kegiatan inti

Membuat kasifikasi kata berdasarkan kelas kata dan bentuk kata dari teks yang di bacanya

-          Kelas kata, MenurutTata Bahasa Baku Bahasa Indonesia kelas kata dibagi menjadi lima kelompok

  • Verba (kata kerja)

Contoh

-          Pencuri itu lari

-          Mereka sedang belajar dikamar

-          Bom itu seharusnya tidak meledak

-          Orang asing itu tidak akan suka masakan Indonesia

  • Nomina,Pronomina, dan Numeralia (kata benda, kata ganti, dan kata bilangan)

 

Contoh

-          Nomina

ü  Nomina dasar : gambar, meja, rumah, pisau

ü  Nomina Turunan : perbuatan, pembelian, kekuatan

-          Pronomina

ü  Pronominal persona : saya, engkau, dia, mereka, -nya

ü  Pronominal petunjuk : ini, itu, sini, situ, sana

ü  Pronominal penanya : apa, siapa, mana

-          Numeralia

ü  Numeralia pokok : dua, empat, delapan

ü  Numeralia pecahan : seperdua, separuh, sebelah

ü  Numeralia tingkat : kesatu, kesepuluh

  • Adjektiva (kata sifat), adalah kata sifat atau keadaan yang dipakai untuk mengungkapkan kata sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang.
  • Adverbial ( kata keterangan)

-          Bentuk adverbial

ü  Kelompok 1 : sangat, hanya, lebih,segera

ü  Kelompok 2 : diam-diam, lekas-lekas, sedalam-dalamnya, sekuat-kuatnya, agaknya, habis-habisan

-          Sintaksis adverbia

ü  Kelompok 1 : lebih tinggi, sangat indah

ü  Kelompok 2 : jelek benar, marah sekali

ü  Kelompok 3 : jangan lekas-lekas pulang

ü  Kelompok 4 : tinngi sekali, agak cantik

  • Kata tugas

-          Preposisi, bagi, untuk,guna, dari, dengan

-          Konjungsi, dan, atau, tetapi, agar, supaya

-          Interjeksi, aduhai, astagfirullah, syukur

-          Artikel, sang, sri, hang, dang

-          Partikel, kah, lah

  • Bentuk kata

-          Kata dasar adalah kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar.

Contoh

  • Pergi menjadi dasar bentuk berpergian
  • Lelah menjadi dasar bentuk kelelahan
  • Pura menjadi dasar bentuk pura-pura

-          Kata berimbuhan adalah kata yang mendapatkan imbuhan atau afiks (prefix,infiks, sufiks,atau konfiks)

-

Kata dasar Imbuhan Jenis Kata berimbuhan
Judi ber- frefiks Berjudi
Suling -er- infiks Seruling
Catat -an sufiks Catatan
Hilang ke-an konfiks kehilangan

 

-          Kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi

Contoh

  • Pulau-pulau
  • Lauk-pauk

-          Kata majemuk adalah gabungan kata yang membentuk maknabaru.

Contoh

  • Bulutangkis
  • Rumah sakit
  • Duta besar
  • Kegiatan akhir

Penyimpulan

Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • Ramlan. (1987). Kelas kata
  • Modul Bahasa Indonesia tingkat Semenjana

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                         :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif               :
  • Pengembangan minat atau keingininan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik    :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif) sesudah dikenal (kognitif)

 

 

 

 

 

EVALUASI

  1. Kata sangat, lebih, segera, termasuk kelas kata…
    1. Adjektiva
    2. Nomina
    3. Adverbial *
    4. Verba
    5. Numeralia
    6. Kata tugas yang berfungsi sebagai interjeksi, antara lain…
      1. Lebih, oleh karena itu, namun
      2. Aduhai, syukur, astaga *
      3. Saya, dia, mereka
      4. Seandainya, bila, ketika
      5. Jangan, lebih baik, dari pada

 

  1. Yang tidak termasuk pronominal persona adalah…
    1. Saya
    2. Engkau
    3. Dia
    4. Mereka
    5. Sendiri *
    6. Lekas-lekas, diam-diam, sedalam-dalamnya termasuk…
      1. Adverbia *
      2. Numeralia
      3. Verba
      4. Nomina
      5. Pronominal
      6. Pembagian kelas kata dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia meliputi…
        1. Verba, adverbial, kata kerje, kata tugas, kata sifat
        2. Verba, nomina, adjektiva, adverbial,dan kata tugas *
        3. Numeralia, pronominal, adverbial, kata tugas, kata seru
        4. Verba, adverbial, kata keterangan, kata tugas, kata sifat
        5. Numeralia, kata bilangan, adverbial, kata tugas, kata seru

Kunci jawaban

  1. C
  2. B
  3. E
  4. A
  5. B

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d                                                                               

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar        :

1.10 Membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat dengan memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat

 

  1. Indikator                      :
    1.  Menetapkan topik berdasarkan tema tertentu
    2.  Membuat kerangka karangan
    3. Menentukan kalimat utama berdassarkan kerangka yang di tetapakan
    4. Menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis karangan tertentu (narasi, deskripsi, eksposisi) dengan pemilihan kata, bentuk kata dan ungkapan yang tepat

 

  1. Tujuan pembelajaran
  • Setelah selesai melakukan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat dengan memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat.

 

  1. Materi pembelajaran
  • Perencanaan karangan
    • Menetapkan topik berdasarkan tema tertentu

Penentuan topik karangan disesuaikan dengan jenis karangan yang dibuat, baik itu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, maupun persuasi. Tidak setiap topik dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis karangan. Setiap jenis karangan mempunyai karakterdan tujuan yang berbeda-beda. Sumber-sumber topik dapat dicari dari pengalaman, pengamatan, pengetahuan, pendapat, dan daya khayal.

  • Merumuskan tema

Berikut ciri-ciri rumusan tema yang dapat dijadikan pedoman :

  1. Dirumuskan dalam kalimat yang jelas
  2. Adanya kesatuan gagasan sentral yang menjadi landasan seluruh karangan
  3. Pengembangan tema yang terarah
  4. Tema yang dirumuskan mengandung unsur keaslian (kebenaran)
  • Membuat kerangka karangan

Dalam menyusun kerangka karangan paragraf perlu diperhatikan hal-hal berikut:

Fungsi karangan

-          Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur

-          Memudahkan penempatan bagian

-          Menghindari timbulnya pengulangan pembahasaan

-          Membantu pengumpulan data

 

Syarat karangan

-          Mengungkapkan maksud yang jelas

-          Tiap bagian hanya mengandung satu gagasan

-          Disusun secara logis dan sistematis

-          Memerlukan penggunaan simbol yang konsisten

  • Mengumpulkan data

Bahan dapatdicari melalui berbagai sumber, sperti dari buku, ensiklopedia, kamus, laporan penelitian, majalah, surat kabar, tabloid, daya khayal, dan sebagainya.

  • Mengenbangkan kerangka menjadi paragraf

Paragraf merupakan karangan singkat yang berisi sebuah pikiran dan didukung oleh himpunan kalimat yang saling berhubungan membentuk sebuah gagasan

 

  1. Pendekatan/ Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan
    • Apersepsi
    • Pretes
    • Kegiatan inti
      • Membaca contoh teks tertulis

Contoh

Memasuki PJPT II tantangan yang dihadapi bangsa indonesia semakin berat. Tantangan tersebut disebabkan adanya globalisasi. Globalisasi akan ditandai era pasar bebas, era yang ketat dengan persaingan serta menuntut kemampuan unggul dari pelaku-pelaku masyarakat suatu bangsa.

 

Penjelasan :

  1. Topik : pembangunan
  2. Kalimat utama : memasuki PJPT II tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin berat
  3. Bahan : dikumpulkan berbagai materi yang berkaitan dengan pembangunan
  4. Menyusun kerangka karangan dan menguraikan setiap pikiran utama kedalam paragraf dengan cara menambah beberapa pikiran penjelas.

 

  • Menyusun kerangka berdasarkan judul
    • Paragraf yang baik harus memenuhi syarat-syarat

 

  1. Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membangun paragraf harus mengacu pada suatu tema atau pikiran
  2. Koherensi, maksudnya semuakalimat yang membangun sebuah paragraf harus berhubungan
  3. Perincian atau urutan pikiran, maksunya sebuah pikiran utama harus dikembangkan menjadi paragraf, lalu dihubungkan dengan paragraf-paragraf yang berisi pikiran penjelas
  4. Sebuah paragraf dibangun oleh beberapa kalimat, kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama. Kalimat-kalimat lain yang mendukung kalimat utama disebut kalimat penjelas atau komplemen.
  • Dalam berlatih membuat paragraf, perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :
  1. Kalimat utama : kalimat ide/inti yang hendak dikembangkan menjadi paragraf utuh
  2. Kalimat penjelas : kalimat yang digunakan untuk menjelaskan kalimat utama
  3. Koherensi : penanda hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Koherensi dapat berupa kata ganti, frasa, transisi, konjungsi, dan pengulangan kata kunci
  4. Penggunaan tanda baca, seperti titik, koma, titik koma, pemakaian huruf kapital, pemakaian huruf miring, dan lain-lain
  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • Keraf, G. (1987). Diksi dan gaya bahasa
  • Modul Bahasa Indonesia tingkat Semenjana

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                   :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif                     :
  • Pengembangan minat atau keingininan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik          :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif) sesudah dikenal (kognitif)

 

EVALUASI

  1. Syarat-syarat penyusunan paragraf yang baik, kacuali…
    1. Kesatuan *
    2. Koheransi
    3. Perincian
    4. Gabungan kalimat
    5. Gabungan ide utama
    6. Yang bukan merupakan unsur pembentuk koherensi adalah…
      1. Pengulangan kata kunci
      2. Pengulangan kata ganti
      3. Pengulangan kata-kata *
      4. Pengulangan frasa transisi
      5. Perincian/urutan kata
      6. Kalimat yang digunakan untuk menjelaskan kalimat utama disebut…
        1. Kalimat penjelas *
        2. Kalimat utama
        3. Kalimat inti
        4. Kalimat tambahan
        5. Kalimat rincian
        6. Penanda hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain harus ada dalam sebuah paragraf.

Penanda ini disebut…

  1. Kohesi *
  2. Koherensi
  3. Degrasi
  4. Diksi
  5. Amanat
  6. Sebagai teknisi anda harus bekerja secara profesional.

Makna kata profesional adalah…

  1. Berdasar provesi tertentu *
  2. Berdasar tujuan tertentu
  3. Berdasar ilmu tertentu
  4. Berdasar kerangka tertentu
  5. Berdasar bagian tertent

Kunci jawaban

  1. A
  2. C
  3. A
  4. A
  5. A

 

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan,  10  Agustus 2011

Kepala sekolah                                                                                                Guru mata pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 


Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar         :

1.11 Menggunakan kalimat tanya secara tertulis sesuai dengan situasi komunikasi

 

  1. C.     Indikator          :
    1.  Menyampaikan pertanyaan yang relevan dengan topik pembicaraan secara    tertulis dan santun
    2.  Menyampaikan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak secara      tertulis dengan tujuan untuk memantafkan klarifikasi dan konfirmasi
    3. Menyampaikan pertanyaan ritorik (tidak memerlukan jawaban) secara tertulis sesuai dengan tujuan dan situasi
    4. Menyampaikan pertanyaan secara tersamar dengan kalimat tanya secara tertulis dengan tujuan selain bertanya, seperti memohon, meminta, menyuruh, mengajak, merayu, menyindir, meyakinkan, menyetujui atau menyanggah

 

  1. Tujuan pembelajaran
    1. Setelah selesai melakukan peroses pembelajaran siswa diharapkan dapat menggunakan kalimat tanya secara tertulis sesuai situasi komunikasi

 

  1. Materi pembelajaran
    1. Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menayakan sesuatu atau seseoranng.
    2. Ciri-ciri kalimat tanya adalah
  • Intonasi yang digunakan ialah intonasi tanya, yaitu intonasi yang bernada akhir naik
  • Sering mempergunakan kata tanya
  • Dapat pula mempergunakan partikel-kah
  • Macam-macam kata tanya adalah
    • Kalimat pertanyaan biasa

Contoh

  1. 1.      Siapakah yang menulis artikel itu?
  • Kalimat pertanyaan retoris dan oratoris

Contoh kalimat retoris

  1. 1.      Apalagi yang dapat kita kerjakan kecuali hanya memohon pertolongan tuhan?

Contoh kalimat oratoris

  1. 1.      Akankah kita biarkan negara kita dijajah lagi?
  • Kalimat pertanyaan yang senilai dengan perintah

Contoh

  1. 1.      Sanggupkah kita mendisiplinkan diri?
  • Memakai formula 5W+1H yaitu menggunakan kata tanya, apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana

Contoh

  1. 1.      Apa(kah) dia guru berprestasi?
  2. 2.      Syifa mencari siapa?
  3. 3.      Kapan insiden penculikan itu terjadi?
  4. 4.      Dimana kantor polisi terdekat didaerah ini?
  5. 5.      Mengapa kita harus bekerja sama menaggulangi banjir?
  6. 6.      Bagaimana proses persidangan itu berlangsung?

 

  1. Pendekatan/Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, diskusi

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan
    • Apersepsi
    • Pretes
    • Kegiatan inti
      • Menyampaikan pertanyaan secara tersamar dengan kalimat tanya secara tertulis dengan tujuan selain bertanya seperti memohon, meminta, menyuruh, mengajak, merayu, menyindir, meyakinkan, menyetujui atau menyanggah.
  1. Tujuan memohon

-          Bersediakah Bapak membuka acara “ Bazar siswa”?

-          Sudikah Bapak membimbing penulisan artikel ini?

  1. Tujuan meminta

-          Bolehkah kamus ini saya pinjam barang satu minggu?

-          Bisakah saya mengikuti materi pendalaman menulis?

  1. Tujuan mengajak

-          Bagaimana kalau kita ikut terlibat dalam pameran seni ini?

-          Bisakah kalian mengikuti kuliah pagi?

  1. Tujuan merayu

-          Nanati kita jadi ke mall, bu?

-          Kapan kita bisa mngenang masa indah dipantai kuta pak?

  1. Tujuan menyindir

-          Bagus sekali, siapa yang melukis ini? (lukisannya jelek)

-          Bersih sekali ini kelasnya? (ruangannya kotor sekali)

  1. Tujuan meyakinkan

-          Perlukah saya bersumpah dengan kitab suci dihadapan kalian?

-          Apakah tampang saya sebagai orang yang tidak jujur?

 

  1. Tujuan menyanggah

-          Apakah tindakan represif aparat itu justru kontradiktif dengan keadaan yang kondusif ini?

-          Bagaimana kalau ada fakta lain yang bertentangan denngan pendapatmu itu?

  • Berdasarkan isi cakupan isi pertanyaan, kalimat tanya dapat dibagi menjadi
  1. Pertanyaan total

Contoh

Pertanyaan : Anda membaca sajak itu didepan peserta diskusi?

Jawaban : ya/tidak

  1. Pertanyaan parsial

Contoh

Pertanyaan : siapa yang membaca puisi itu?

Jawaban : Syifa

 

  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • Keraf, G. (1991). Tata bahasa Bahasa Indonesia baku
  • KBBI
  • Modul Bahasa Indonesia tingkat Semenjana

 

  1. Penelitian
    1. Aspek kognitif                         :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektif               :
  • Pengembangan minat atau keingininan untuk berbuat sesuatu setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik    :
  • Pengembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang diingini (afektif) sesudah dikenal (kognitif

EVALUASI

  1. Kalimat yang memancing respon berupa jawaban disebut…
    1. Kalimat berita
    2. Kalimat perintah
    3. Kalimat tanya *
    4. Kalimat inti
    5. Kalimat ide
    6. Dibawah ini pembentuk kalimat tanya kecuali…
      1. Menambah kata apa(kah)
      2. Mengembalikan urutan kata
      3. Menempatkan kata bukan, belum, atau tidak
      4. Memakai kata tanya
      5. Memberi tanda baca *

 

  1. Ciri-ciri kalimat tanya antara lain…
    1. Menggunakan tanda baca
    2. Menggunakan jeda
    3. Menggunakan kata tanya *
    4. Menggunakan inti bertanya
    5. Mempengaruhi orang lain
    6. Bersih sekali kelas ini ya?

Kalimat tanya ini bertujuan untuk…

  1. Merayu
  2. Menyakinkan
  3. Menyindir *
  4. Menyanggah
  5. Menolak
  6. Contoh kalimat yang retoris adalah…
    1. Mengapa ia pulang secepat ini?
    2. Mengapa waktu begitu cepat berlalu?
    3. Mengapa harus membatalkan janji?
    4. Mungkinkah ia tidak tau jalan pulang? *
    5. Mungkinkah ia berpisah?

Kunci jawaban

  1. C
  2. E
  3. C
  4. C
  5. D

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan,  10   Agustus 2011

Kepalah Sekolah                                                                                  Guru Mata Pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama sekolah             : SMK TRITECH INFORMATIKA

Mata pelajaran             :  Bahasa Indonesia

Kelas/semester             :  X (sepuluh)/ 1 (satu)

Alokasi waktu              :

 

  1. Standar kompetensi      :
    1. Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

 

  1. Kompetensi dasar         :

1.12  membuat farafrasa dari tertulis

 

  1. Indikator          :
    1.  Mengungkapkan kembali dengan kalimat sendiri secara tertulis teks yang telah  di baca

 

  1. D.     Tujuan pembelajaran
  • Setelah melakukan proses pembelajaran siswa diharapkan dapat membuat farafrasa dari teks tertulis

 

  1. E.     Materi pembelajaran
  • Parafrasa merupakan cara pengungkapan kembali suatu tuturan dari suatu tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian.
  • Ciri-ciri parafrasa antara lain :
    • Bentuk tutran berbeda
    • Makna tuturan sama
    • Substansi tidak berubah
    • Bahan atau cara menyampaikan berbeda
    • Teknik menyusun parafrasa adalah :
      • Membaca teka secara keseluruhan
      • Menentukan pokok-pokok pikiran dalam wacana
      • Menentukan tuturan apa yang hendak menjadi variasinya
      • Menyusun pokok pikiran tanpa mengubah arti
      • Menyempurnakan pokok pikiran dengan pikiran penjelas
      • Membentuk wacana sesuai keinginannya

 

  1. F.      Pendekatan/Metode pembelajaran
    1. Pendekatan                        : Individu, kelompok
    2. Metode                  : Ceramah, diskusi

 

 

 

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan
    • Apersepsi
    • Pretes
    • Kegiatan inti
      • Contoh parafrasa dari puisi adalah

 

 

 

 

Titik

Karya Mansur Samin

Mencari titik

Rebutlah satu lagu

Hidup

Mencari titik akhir

Terimalah sebuah arti

Mati

  • Puisi diatas parafrasanya adalah kehidupan merupakan perjalanan ibarat lagu yang nantinya berakhir dalam sebuah titik kematian.
  • Untuk membuat parafrasa tertulis perlu disiapkan antara lain :
    • Wacana/rekaman berita/cerita/naskah yang hendak diparafrasakan
    • Kamus untuk mencari makna kata yang sukar dipahami
    • Kertas kerja
    • Potongan kartu-kartu untuk menulis hasil(tulisan berupa jenis tuturan
    • Parafrasa bebeda dengan ringkasan atau ikhtisar. Parafrasa lebih mengutamakan variasi kata, sedangkan ringkasan atau ikhtisar harus mempertahankan bahasa asli dalam teks yang bersangkutan

 

  • Kegiatan akhir
    • Penyimpulan
    • Pemberian tugas kepada siswa

 

  1. Sumber belajar
  • Rahmat Djoko Pradopo. (1997). Kajian puisi
  • Modul Bahasa Indonesia tingkat Semenjana

 

 

  1. Penilaian
    1. Aspek kognitif                         :
  • Pengembangan kecerdasan atau pengenalan
  1. Aspek afektit               :
  • Pengembangan minat atau keinginan untuk berbuat sesutau setelah dikenal
  1. Aspek psikomotorik    :
  • Penembangan kemampuan atau keterampilan membuat sesuatu yang dingini (afektif) sesudah dikenal (kognitif)

 

EVALUASI

  1. Peristiwa mengubah tuturan dari satu bentuk ke bentuk yang lain dinamakan…
    1. Pertanyaan
    2. Pernyataan
    3. Anase
    4. Refrese
    5. Parafrase *
    6. Parafrasa biasa digunakan dalam bentuk…
      1. Lisan dan tulis *
      2. Dialog dan monolog
      3. Pertanyaan dan pernyataan
      4. Percakapan dan drama
      5. cerita
      6. Naskah drama yang sulit ditafsirkan maknanya dapat diubah bentuknya. Proses menguba bentuk puisi menjadi bentuk prosa disebut juga…
        1. Parafrasa *
        2. Para-para
        3. Resensi
        4. Paradigma
        5. Referensi
        6. Kegunaan lain dari parafrasa tertulis, kecuali…
          1. Untuk memperjelas maksud dalam sebuah tulisan
          2. Untuk mengatasi kebosanan dalam memilih kata
          3. Untuk mempermudah penefsiran tuturan
          4. Untuk mempersantun ungkapan
          5. Untuk menghindari kaidah kebahasaan *
          6. Parafrasa tertulis dimaksudkan untuk…
            1. Menghindari kesinambungan tulisan
            2. Menulis hal-hal pokok
            3. Menhindari wacana yang membosankan *
            4. Meringkas tema yang luas
            5. Menjalin komunikasi

Kunci jawaban

  1. E
  2. A
  3. A
  4. E
  5. C

 

 

 

 

Diketahui,                                                                                            Medan, 10 Agustus 2011

Kepala Sekolah                                                                                                Guru Mata Pelajaran

 

Drs. Suprianto                                                                                                Nurmala Sari Dewi Sp.d

 
Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan
bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.